IC  6/ FRI. 12 SEP, 12.00 AT CINEMA XXI – TIM & TUE. 16 SEP, 12.30 AT KINEFORUM

"Bois d'Arcy", Mehdi Benallal (France)

[divider type=”space” height=”40″ no_border=”1″ /] [column type=”1/3″ last=”0″ class=””]

[divider type=”space” height=”20″ no_border=”0″ /]

16+

Country of production France
Language French
Subtitle English
24 min, Color, 2013

[/column] [column type=”1/3″ last=”0″ class=””]

Generasi yang terlahir dari hibriditas ras, tak dapat menghindar dari guncangan politis dan budaya, dan bahkan genetis, akan asal-usul dirinya dalam realitas sosial yang diskrimatif. Kunjungan setelah duapuluh tahun atas sepenggal pengalaman identitas, ini juga dapat berarti kesempatan untuk mendefinisikan kembali takdir biografis di lingkungan yang menyekam kebencian dan curiga rasial dalam ingatan seorang anak saat dewasa. Bois d’Arcy menguji dampak masalah terpendam yang secara diam-diam terdorong untuk mendakwa golongan masyarakat baru campuran imigran di satu lokasi hunian yang senyap nyaris tanpa terlihat penduduk. Fragmen segregasi personal yang semata-mata ekstrior ini menangkap hutan dan kehampaan tempat-tempat sebagai ‘footage-footage’ ingatan subjek penutur.

 Ugeng T. Moetidjo

[/column]

[column type=”1/3″ last=”1″ class=””]

Generation born of racial hybridity, could not escape the political and cultural shocks, and even genetically, of their origins in the discriminative social reality. The visit after twenty years of a piece of identity experience which also can mean an opportunity to redefine the biographical destiny in an environment suppressing hatred and racial suspicion in the memory of a child as an adult. Bois d’Arcy examines the impact of latent problem that tacitly indicts a new group of society comprised of mixed immigrants in a quiet residential location with almost no visible population. The personal segregated fragment which is solely an exterior capturing forest and emptiness of places as ‘footages’ of the narrator’s memories.

 Ugeng T. Moetidjo

[/column]