Jatuhnya Rezim

Pada November 1989, Nicolae Ceauşesqu kembali terpilih menjadi presiden Rumania untuk 5 tahun masa kepemimpinan. Dalam pidatonya dia mencela revolusi yang terjadi di negara-negara komunis lainnya. Ironisnya beberapa bulan setelahnya, terjadi perlawanan terhadap terpilihnya kembali diktator Rumania itu. Penolakan ini dimulai dari kota Timisoara dan menyebar keseluruh negeri. Rentetan–rentetan perlawanan ini berujung dengan jatuhnya Rezim Nicolae Ceauşesqu.

Pergolakan yang terjadi di Rumania merupakan dampak dari perubahan arus politik  di Soviet yang merembet ke aliansi negara–negara Eropa Timur pada tahun 1989. Perubahan arus politik ini yang paling signifikan ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin. Kekuatan komunis Soviet kehilangan pengaruh pada sekutunya.

Gerakan perlawanan dan protes pada kekuasaan Ceauşesqu terekam dengan baik melalui alat–alat rekam masyarakat, kamera video. Rekaman–rekaman ini ada yang dari seorang pria yang sedang menonton tv di kamar hotelnya sementara dia sedang menonton berita yang menyiarkan pergerakan yang dilakukan oleh masyarakat Rumania di jalanan. Ada juga adegan langsung sekumpulan rakyat sipil yang sedang melempari batu ke arah para tentara sementara sebagian  lainnya hanya ingin masuk ke dalam stasiun kereta. Hingga rekaman peristiwa ketika stasiun tv lokal dimasuki orang–orang yang ingin menduduki dan mengambil alih stasiun tv lokal itu. Peristiwa ini sampai membuat salah satu orang mengalami luka parah di kepala.

Semua rekaman–rekaman inilah yang digunakan oleh Harun Farocki dan Andrei Ujica untuk membangun filem Videogram of a Revolution. Dengan rekaman-rekaman yang dikumpulkan dari berbagai sumber, disusun potongan demi potongan, dari satu kamera ke kamera yang lain. Dua sutradara ini,  secara sadar memandang rekaman sebagai realita. Rekaman itu juga dapat dicampur, dibentuk kembali, dan dimanipulasi. Menurut Ujica dalam salah satu wawancara di media online, rekaman–rekaman yang pada dasarnya hanya inisiatif dari warga sipil yang ingin mendokumentasikan peristiwa dan sekedar menjadi dokumentasi pribadi. Peristiwa yang sedang berlangsung tertangkap dan terekam oleh mata kamera dan hasilnya adalah video yang membingkai peristiwa tersebut. Isi dari rekaman–rekaman ini menyuguhkan perspektif dari sang perekam yaitu warga sipil dalam melihat peristiwa historik yang sedang terjadi. Peristiwa historik yang terjadi tentu imbasnya terasa oleh masyarakat Rumania, efek–efek yang timbul ini memicu bermacam bentuk reaksi dari masyarakat Rumania. Dengan hadirnya kamera video, warga sipil dimungkinkan untuk merekam peristiwa yang sedang berlangsung dengan mobilitas tinggi yang ditawarkan kamera video. Rekaman–rekaman yang dihasilkan oleh warga sipil ini pun kemudian menjadi sebuah arsip. Peristiwa yang terekam dalam kamera video itulah yang kemudian dikumpulkan oleh Farocki dan Ujica untuk diolah kembali, dirangkai sedemikian rupa untuk membentuk realitas baru yang mereka hadirkan dalam satu bentuk filem.

The Fall of Regime

In November 1989, Niculae Ceauşescu was re-elected as the president of Romania for 5 years more. In his speech, he denounced the revolution that occurred in other communist countries. Ironically, a few months after that, uprising began in Timişoara and spread throughout the country. Series of uprisings led to the fall of the Niculae Ceauşescu regime.

Upheaval that occurred in Romania was the impact of political changes in Uni Soviet which pervaded to the alliance of East European countries in 1989. The fall of the Berlin walls was the most significant marker of the changes in political situation at that time. The power of the Soviet communist allies was degraded.

The resistance and protest against the power of Ceauşescu were well documented through ordinary people’s recording equipment—video camera. One of these recordings was an image of a man watching TV in his hotel room while it was reporting the movement of Romanian people on the streets. There was also a scene broadcasted live about civilians throwing stones at the soldiers while others just wanted to get into the train station, to the recording of event when many people tried to occupy and take over the local tv station. The event was causing one person suffered a serious injury in his head.

All recordings were used by Harun Farocki and Andrei Ujica to construct their film, Videograms of a Revolution. They compiled the footages out of recordings collected from various sources, from one camera to another camera.

Both directors, were consciously looking at footage as reality. Those footages were mixed, reshaped, and manipulated. According to Ujica in an interview on online media, recordings were basically an initiative of civilians who wanted to document those events and for personal documentation purpose only. The ongoing events were caught and captured by the eye of video camera and the result was videos framing those events. The contents of these recordings presented the perspective of the recorder whom were civilians in witnessing the historical event happened at that time. Historical events that happened of course was affecting the Romanian people, these effects arisen was triggering various reactions within the Romanian society. With the presence of video camera, civilians was possible to record the ongoing event with high mobility offered by video camera. The recordings produced by civilians later became an archive. Events recorded by video camera were then collected by Farocki and Ujica for reprocessed, strung together in such way to form a new reality in the form of a film.

<b><i>Videogramme Einer Revolution </i></b><i>(Videograms of Revolution)</i>
Videogramme Einer Revolution (Videograms of Revolution)Harun Farocki, Andrei Ujică (Germany)

Country of Production: Germany, Romania
Language: Romanian, English
Subtitles: English
106 minColor, 1992

Synopsis

Lewat Videograms of a Revolution (1992), Harun Farocki dan Andrei Ujica menunjukkan bagaimana representasi media akan sebuah revolusi yang sedang terjadi. Disajikan dari berbagai perspektif dan kita bisa melihat bagaimana revolusi yang terjadi dari banyak sisi.

Through Videograms of a Revolution (1992), Harun Farocki and Andrei Ujica shows how media represents an on-going revolution. Presented from different perspectives, we could see how revolution happens from many sides.