SP OGAWA 1 / FRI. 12 SEP, 15.00 / CINEMA XXI – TIM

"The Battle Front for the Liberation of Japan – Summer in Narita", Shinsuke Ogawa (Japan)

[divider type=”space” height=”40″ no_border=”1″ /] [column type=”1/3″ last=”0″ class=””]

18+

Country of production Japan
Language Japanese
Subtitle English
108 min, B/W, 1968

[/column] [column type=”1/3″ last=”0″ class=””]

Ini merupakan dokumenter pertama Ogawa Shinsuke dengan Ogawa Pro-nya, dalam kesaksian dan keterlibatan langsung pada gerakan sosial kaum tani dari desa-desa di Kabupaten Sanrizuka, terutama desa Heta yang paling radikal yang menjadi lokasi aktual filem ini. Radikalisasi tidak terelakkan ketika warga desa bersama mahasiswa dan para provokator mulai merancang gerakan kolektif untuk melakukan pembangkangan dan perlawanan terhadap upaya perampasan tanah-tanah kehidupan masyarakat desa demi pembangunan Bandara Internasional Tokyo. Dalam filem ini, kita akan menelusuri beberapa tahap penggambaran peristiwa, mulai persiapan demonstrasi, barisan protes massa sampai ke tingkat yang ekstrem —terutama dari kaum perempuannya— hingga diskusi teoretis tentang perlawanan rakyat tani. Sebuah pendekatan dari sinema keberpihakan yang dapat mengaktifkan pemikiran politis kepada kita sebagai penonton, maupun memantik argumen mengenai pendekatan dokumenter ini.

[/column] [column type=”1/3″ last=”1″ class=””]

This film is the first documentary of Ogawa Shinsuke and his Ogawa Pro’s in witnessing and participating directly in the peasants’ social movement in the villages in Sanrizuka District, especially the Heta village, the most radical one that became the actual location of this film. The radicalization is inevitable when the villagers, together with the students and provocateurs, started to plan a collective movement to resist and fight against the seizure attempts of the villagers’ living lands for the sake of Tokyo International Airport’s development. In this film, we are asked to explore several stages of the event’s descriptions, beginning with the rally preparation, the mass protest’s lineup to an extreme level—especially by the women—to the theoretical discussion about the peasants’ resistance. It’s an approach of cinematic partisanship that can activate our political thinking as audience or trigger arguments about this documentary approach.

[/column]

Leave a Comment