In Information

Forum Lenteng – Selasa, 11 Agustus 2015. Menjelang pembukaan ARKIPEL – Jakarta International Documentary and Film Festival yang tinggal tujuh hari lagi, Forum Lenteng selaku markas menjadi tempat diskusi yang ramai belakangan ini. Anggota pengurus tengah sibuk menyiapkan berbagai keperluan seperti menyusun konten katalog, menghubungi seniman, kurator, komunitas, dan perwakilan institusi yang akan hadir ke Jakarta, sampai menyeleksi dan mewawancara ratusan volunteer yang mendaftar untuk penyelenggaraan festival yang akan datang.

Banyak gagasan, metode, dan jaringan baru yang hadir selama menyiapkan ARKIPEL kali ini. Terlihat dari bertambahnya anggota-anggota Forum Lenteng muda yang turut berpartisipasi, program-program baru seperti forum festival dan Master Class bersama Jon Jost, luasnya komunitas dan institusi sinema yang terlibat dari lokal hingga mancanegara, sampai hal-hal kecil seperti inovasi baru untuk cinderamata.

Sebagaimana Electoral Risk pada tahun lalu, isu-isu politik, sosial, dan budaya teraktual kembali menjadi titik tolak ARKIPEL dalam pemilihan tema untuk perhelatan ketiga ini. Grand Illusion berangkat dari berbagai isu terkini, seperti terbongkarnya soal pelanggaran privasi melalui penyadapan masif yang tak hanya menghantam petinggi-petinggi negara namun juga warga biasa, krisis ekonomi Yunani, tersebarnya video pemenggalan oleh ISIS, sampai persoalan kemanusiaan yang belum selesai di berbagai negara, tak terkecuali di Indonesia sendiri. Bersamaan dengan 50 tahun setelah tragedi ’65, tegangan-tegangan yang kemudian hadir tentang apa yang nyata dan apa yang ilusi menjadi permasalahan bersama yang dicoba dibahas melalui filem-filem dan program publik pilihan di ARKIPEL kali ini.

Dengan diselengggarakannya program-program publik seperti Forum Festival, Diskusi Publik, Kuliah Umum, Bincang Kurator, dan Master Class bersama Jon Jost, ARKIPEL ingin membuka peluang sebesar-besarnya bagi para penyelenggara festival lokal dan internasional, praktisi filem, akademisi, serta publik untuk menjalin relasi dan berbagi pengetahuan mengenai sinema, termasuk persoalan sosial, budaya dan politik yang terkait dengan produksi sinema itu sendiri.

Rangkaian acara akan diawali dengan Peradaban Sinema dalam Pameran di Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, pada tanggal 19 Agustus 2015 mendatang.

Forum Lenteng – Tuesday, August 11th, 2015. Seven days coming before the upcoming ARKIPEL – Jakarta International Documentary and Film Festival Opening, Forum Lenteng as the headquarter has been buzzing with discussion lately. Members of committee has been busy preparing all the necessities, such as producing the catalog’s content, dealing with artists, curators, communities, and institution’s representations who are coming to Jakarta, up to selecting and interviewing hundreds of volunteers who are picked to participate in the festival.

Lots of fresh ideas, methods and networks came for this third festival. As seen from new addition of Forum Lenteng’s members who are involved, new programs offered like Forum Festival and Master Class with Jon Jost, vast numbers of local and international communities and cinema institution who are engaged, to simple things like new options for merchandise.

Similar from the previous Electoral Risk, current politics, social and cultural issues always back to inspire ARKIPEL for establishing new theme. Grand Illusion was perceived from issue that’s happening now, such as the privacy violation issue regarding the government surveillance on private data, that tapped not only world leaders, but also everyday citizens, Greece crisis, the viral videos of ISIS beheading, and the forgotten humanity issues in so many countries, including Indonesia. Coincides with the 50th years after ’65 tragedy, tensions for uncovering what real and what’s illusion becomes the matter to be discussed through films and programs presented in this ARKIPEL.

With public programs such as Festival Forum, Public Discussion, Public Lecture, Curator’s Talk, and Master Class with Jon Jost, ARKIPEL is eager to extent opportunities for local and international festival organizations, filmmakers, academics, and public to gain networks and sharing knowledge about cinema, especially social, cultural and politics issues related to its means of production.

The festival will be start with Moving Image Colony Exhibition in Galeri Cipta III, Taman Ismail Marzuki, Central Jakarta, in next August 19th, 2015.

Leave a Comment