In International Competition 2014

IC  7 / MON. 15 SEP, 19.00 AT KINEFORUM & TUE. 16 SEP, 13.00 AT CINEMA XXI – TIM

"Diario de Pamplona /  Diary of Pamplona", Gonzalo Egurza (Argentina)

[divider type=”space” height=”40″ no_border=”1″ /] [column type=”1/3″ last=”0″ class=””]

18+

Country of production Argentina
Language Spanish
Subtitle English
17 min, Color, 2011

Contact
gonegu@gmail.com

[/column] [column type=”1/3″ last=”0″ class=””]

Mengelaborasi arsip catatan pribadi, foto, dan teks naratif yang berangkat dari pengalaman personal terhadap pembacaan peradaban suatu bangsa. Idenya, pola hubungan intersubjektif tidak pernah luput dari koersi yang satu terhadap lainnya. Kegelisahan eksistensial akan identitas yang dialami satu pasangan, yang sedang berkunjung ke Pamplona bersanding dengan budaya adu banteng yang merupakan identitas masyarakat Spanyol. Dengan pilihan double exposure, kekerasan di stadion yang tervisualkan menjadi dialogal dengan aspek teks naratif dari catatan harian pribadi. Pergulatan politis memperjuangkan otonomi diri perempuan dalam sebuah hubungan, sama polemisnya dengan adu banteng di stadion. Politik atas tubuh menempatkan perempuan ke dalam persinggungan peradaban manusia yang tidak luput dari apa itu kekerasan.

 Bunga Siagian

[/column] [column type=”1/3″ last=”1″ class=””]

It makes utilization of archival materials from personal diaries, photos and texts. It departs from personal experiences of reading a history of a nation. The basic idea is an inter-subjective relation that never stays away from a mutual coercion. A couple’s existential anxiety—the woman visiting Pamplona has to encounter a bullfight, which defines culturally Spanish society. Using a double exposure, the violence in the stadium is put in dialogue with the texts and personal diaries. A political struggle of a woman to gain self-autonomy is similarly polemical with the bullfight in the stadium. Women share this fate: body politics that are subjected to them place women in the circle of human civilization that cannot get away from violence.

 Bunga Siagian

[/column]
Gonzalo Egurza
Lahir di Buenos Aires, 1984, lulus lalu mengajar kelas audiovisual di Universidad del Cine. Ia juga mengajar di Universidad Nacional de Tres de Febrero. Anggota pendiri ARKHÉ. Berkarya filem eksperimental, seni video, dan instalasi audiovisual, dan berpartisipasi di berbagai perhelatan pameran dan festival. Menerima penghargaan Bienal de la Imagen en Movimiento (BIM) tahun 2012.
Born in Buenos Aires in 1984. He graduated at the Universidad del Cine. He teaches at the university and at th Unversidad Nacional de Tres de Febrero. He is founder member of the collective ARKHÉ. Working experimental film, video-art and audiovisual installations, and participate in various art events and festivals. He has been awarded in the Bienal de la Imagen en Movimiento (BIM) 2012.
Contact Us

We're not around right now. But you can send us an email and we'll get back to you, asap.

Not readable? Change text.

Start typing and press Enter to search