Country of Production:  Japan
Language: Japan
Subtitles: English
16 min, Color, 2012

Agenda:
International Competition 12
26/08/2013
kineforum
13.00

28/08/2013
Teater Studio, Teater Jakarta – TIM
17.00

Sebuah desa nelayan di Jepang mencoba untuk bangkit kembali setelah tertimpa rangkaian bencana pada Maret 2011, dari tsunami, gempa bumi, hingga bencana nuklir. Pembuat film memberi cukup kesempatan bagi penonton untuk mengunyah bahasa film ini hingga lunak dan mudah untuk ditelan. Pergerakan kameranya cenderung statis, sementara ritme film dibiarkan renggang (tiap adegan rata-rata di atas 30 detik). Dari adegan-adegan yang dipilih pembuat film, terutama adegan penutupnya, film ini seperti ingin mengajak penonton turut merasakan optimisme orang-orang yang mencoba untuk membangun kembali hidup mereka.

-Rajiv Ibrahim

A fishing village in Japan tried to rebuild their home after a series of disasters in March 2011, from tsunami, earthquake, to nuclear meltdown. The filmmakers give their audience enough time to observe the collective efforts of the villagers. The camerawork is static, while the narrative is kept at leisurely pace (the scene duration averages at 30 seconds). Judging from the scenes picked by the filmmaker, especially the ending, To Raise from the Water aims to share with the audience the optimism of the villagers. 

-Rajiv Ibrahim