[accordion auto=”0″][accordion_item title=”Foreword”] [column type=”1/2″ last=”0″ class=””]

Perihal-perihal Medium dan Representasionalisme

 

Semangat dari karya-karya experimental secara umum adalah usaha keluar dari ‘kesepakatan’ estetis, khususnya terkait pandangan ‘representasionalisme’ terhadap kenyataan sehingga melahirkan kemungkinan-kemungkinan baru pembentukan dan pemaknaan representasi. Melalui kepekaan artistik, karya ekseperimental berusaha sedalam mungkin menerabas batas-batas kemungkinan baru dalam memandang realitas, baik melalui eksplorasi medium maupun eksplorasi terhadap ‘representasi’ itu sendiri. Eksplorasi atas sebuah medium adalah tindakan menelisik kodrat tentang segenap konsepsi mengenai bentuk kala dijelajahi melalui perlakuan artistik yang berbeda, beserta kemungkinannya saat disintesiskan dengan medium lainnya. Capaian-capaian atas eksplorasi medium adalah pelacakan tentang ‘bentuk’ (form) yang bisa jadi tak terprediksikan hasilnya. Sedangkan eksplorasi representasional dalam karya-karya eksperimental pada ARKIPEL—Jakarta Documentary & Experimental Film Festival 2014 ini, ialah bagaimana penggunaan arsip sebagai bahan baku representasi dokumenter yang didekontruksi, telah menawarkan suatu makna atau bahkan isu baru yang bisa mempertanyakan kembali paham ‘representasionalisme’.

The Moon dan Banquet of Love merupakan dua karya yang mengolah kemungkinan medium berdasarkan kepekaan artistik untuk membuka pelacakan-pelacakan terhadap bentuk baru. Visi personal sang pembuat seakan memberikan sebuah cara pandang yang kini dan tak umum terhadap kemungkinan dan kodrat medium, khususnya medium analog (seluloid) yang dieksplorasi dengan sangat mengandalkan tingkat keterampilan artistik. Sedangkan Today’s Walk—Concrete Aluminum adalah gambaran reflektif dari personalitas sang pembuat di mana perlakuan teknik-artistik atas medium karya ini telah menghasilkan efek penekanan monokromatik sangat impresif yang menawarkan kekuatan visi personal yang menitiktekankan eksplorasinya terhadap representasi.

Pada karya-karya, yang mengeksplorasi berbagai kemungkinan representasi dengan semangat eksperimental, ini memperlihatkan bagaimana ragam siasat pemanfaatan materi dokumenter bagi suatu dekonstruksi representasional telah berpeluang untuk memproduksi sebentuk tafsir visual yang secara esensial berbeda dan mengandung nilai kebaruan. Pada karya Code of…senses, penggunaan arsip footage kekerasan telah didekonstruksi berdasarkan ‘skema-skema representasional’ a la Ernst Gombrich, atau yang dalam bahasa Lev Manovich, skema ini dikenal sebagai ‘representasi numerik’ yang muncul sebagai pixelate dengan kualitas intrinsiknya sendiri. Dampak dari pikselasi (pixelations) itu terhadap representasi kekerasan dalam Code of…senses model Manovich tersebut, dari sudut pandang representasionalisme, barang tentu memberikan imaji yang berbeda sekaligus menggugurkan makna ‘esensialisme’-nya berdasarkan pembentukan ‘skema-skema representasional’ citra digital yang membentuknya.

Yang menarik dari salah satu karya dalam tataran eksperimental ini, yaitu upaya mengeksplorasi representasi dengan bertolak dari bahan-bahan sosiologis. Semangat untuk mengangkat isu-isu seputar kultur diaspora dengan mengambil sumber daya sinematis melalui pembentukan citra berdasarkan suara. Broken Tongue menunjukkan daya juang dalam memanfaatkan kepekaan sifat-sifat dokumenter, dengan bersumberkan situasi minoritas masyarakat imigran melalui suatu eksplorasi ‘logat’ kultural yang diciptakan berdasarkan seni performance bunyi. Eksplorasi terhadap ‘suara’ dalam sinema mengingatkan kita akan diktum estetika Robert Bresson yang bukan ‘menambahkan’ citra melalui gambar, namun justru ‘mengurangi’-nya melalui penggunaan suara. Dalam hal ini, Broken Tongue adalah soal bagaimana suara menjadi arah representasi yang berbeda, terkait khususnya dengan suara-suara yang menjadi penanda khas suatu identitas budaya. Artinya, pembentukan representasi didasari oleh kode-kode yang strategis di mana elemen suara menjadi cukup signifikan di dalam karya ini.

Broken Tongue adalah karya yang memiliki peluang terbaca melalui hubungannya dengan teks lain. Selain itu, penciptaan karya ini murni mengoperasikan sumber daya sinematografi karena, bisa jadi, dilakukan tanpa perekaman kamera. Karya ini memiliki ‘keunikan’ tersendiri dalam tradisi sinema karena kekuatannya untuk mengacu pada resistensi historis suatu komunitas sub-altern dalam memberikan konteks kekiniaan sinema, dengan bertolak dari pembacaan teks gugatan politik-budaya melalui eksplorasi suara dan gambar-gambar ‘kearsipan’.

[/column] [column type=”1/2″ last=”1″ class=””]

On Medium and Representationalism

 

The spirit of experimental works in general is an attempt to get out from aesthetic ‘pacts,’ especially in regard to ‘representationalism’ and to offer new possibilities of shaping and reading of representation. Through artistic sensibilities, experimental works seek as profound as possible to bypass and transcend the limits of possibilities of viewing reality, whether through an exploration of a medium or exploration of the act of ‘representation’ itself. An exploration of a medium is an act to examine the nature and the whole conception about form when explored through different artistic treatments, with its entire possibilities when converged with other medium. Explorations of a medium are achieved through the tracing of form whose result is rarely predictable. In regard to the explorations of representational practices, as we can see in experimental works in the ARKIPEL –Jakarta Documentary & Experimental Film Festival this year it is conducted by the use of archive as raw material for a documentary that deconstructs or offers a new meaning or a new set of concerns which eventually questions the act of representation itself or representationalism. 

Sedangkan Today’s Walk –Concrete Aluminum adalah gambaran reflektif dari personalitas sang pembuat di mana perlakuan teknik-artistik atas medium karya ini telah menghasilkan efek penekanan monokromatik sangat impresif yang menawarkan kekuatan visi personal yang menitiktekankan eksplorasinya terhadap representasi. 

The Moon and Banquet of Love are two works that explore the medium possibility using an artistic sensibility to open traces of new forms. The personal vision of the maker gives a new and unconventional way of seeing the new possibility and nature of medium particularly analog medium (celluloid), which is explored with a high and exquisite artistic craftsmanship. While Today’s Walk–Concrete Aluminum is a reflexive image of the maker’s personality.  Technical-artistic treatments of the medium have resulted in a very impressive monochromatic emphasis, which offers a power of personal vision in the act and exploration of representation. 

Works that explore various possibilities of representation with the spirit of experimentation demonstrate a range of strategies in using documentary materials for deconstructing certain representation. These works also create a new and different visual interpretation in using documentary materials for representational deconstruction has chances to produce a sort of visual interpretation which essentially different and containing the innovation value. In Code of… senses, violence footage has been deconstructed, following ‘representational schemes’ in the style of Ernst Gombrich, or in the words of Lev Manovich, as a‘numeric representation’, that is footage that has been transformed into pixelate with its own intrinsic values. The impact of that Manovich model pixelation on the representation of violence, from the perspective of representationalism, has created a different image and surely has collapsed its essential meaning that is formed by ‘representational schemes’ of its digital images’s origin. 

One of the most interesting things about these experimental works is an attempt to explore representation from sociological materials. One example is addressing diaspora’s culture by using sound as a source of cinematic construction. Broken Tongue shows the filmmaker’s sensibility in using sonic performances in talking about minority-immigrants’ cultures. The exploration of ‘sound’ in cinema reminds us to the aesthetic dictum of Robert Bresson whose principle emphasizes not the addition of image through pictures but the reduction of image through the use of sound. In this case, Broken Tongue is about how the sound drives representational acts differently, particularly in regard to sounds that characterize and indicate certain cultural identity. Meaning, the shaping of representation is based on strategic codes in which sound becomes an important part. 

Broken Tongue is a work that has a chance to be read through its relation with other text. Furthermore, the creation of this work purely employs cinematographic resources. This work can be filmed without a camera recording. This work has its own ‘uniqueness’ in the cinema tradition thanks to its power in referring to historical resistance of the subaltern group. Its capacity lies in exploring sound and archival images to give a contemporary context from a reading of subaltern’s political cultural claims.

[/column] [/accordion_item] [accordion_item title=”Films”]

Renai No Daikyouen /
Banquet of Love
Haruka Mitani & Michael Lyons (Japan)

Broken Tongue
Mónica Savirón (Spain)

Lúa / Moon
Miguel Mariño (Spain)

Codes of… Senses
Rrose Present (Spain)

[divider type=”space” height=”20″ no_border=”1″ /]

Today’s Walk – Concrete Aluminum
Paul Agusta (Indonesia)

[/accordion_item] [/accordion]

Leave a Comment