Mengenal Sejarah Film Eksperimental di Inggris dan LUX Moving Image oleh Benjamin Cook

 

Bertempat di Auditorium Institut Kesenian Jakarta, pada Hari Selasa, 25 Agustus, 2015, Benjamin Cook memberikan Kuliah Umum mengenai sejarah filem eksperimental di Inggris dan juga tentang LUX Moving Image, sebuh agen yang bergelut dalam bidang promosi seniman dan gambar bergerak di Inggris. Dibuka oleh Bunga Siagian dan dimoderatori oleh Mahardika Yudha, dua curator ARKIPEL, kuliah umum yang dihadiri oleh 17 pengunjung ini berjalan dengan lancar dan diikuti dengan antusias dari pengunjung. Kuliah Umum ini termasuk ke dalam rangkaian acara ARKIPEL Grand Illusion – 3rd Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival, 2015.

Benjamin Cook ialah pendiri sekaligus direktur LUX. Sebelumnya, ia pernah menjabat sebagai Kepala Distribusi di London Electronic Arts, Direktur London Pan-Asian Film Festival, Film Archivist di Anthology Film Archives, New York. Ia mendapat gelar MA di bidang Pengarsipan Filem dari University of East Anglia dan post-graduate Diploma di Broadcast Journalism dari Sheffield Hallam University.

Perjalanan historis perfilman di Inggris, yang dpresentasikan oleh Benjamin Cook, dimulai ketika perempuan Skotlandia, Margaret Tait, membuat karya filem eksperimental pertama di tahun 1951. Margaret yang mengenyam pendidikan di Italia dan bekerja sebagai dokter ini memproduksi dan mendistribusikan karya buatannya sendiri. Berjudul A Potrait of Ga, filem ini berisikan potret ibu dari Margaret yang bertempat di Orkney, tanah kelahirannya.

Kemudian pada tahun 1960-an, bertempat di basement sebuah toko buku di London, para seniman berkumpul dan melakukan pertemuan secara rutin. Pada saat itu, filem-filem yang tersedia masih sangat sedikit dan kebanyakan berhubungan erat dengan politik, namun tak membatasi mereka untuk bertemu dan bertukar pikiran karena selalu terinspirasi oleh New York Film 1965.

Lama kelamaan perkumpulan ini membentuk suatu underground network dari para seniman dan membuat sebuah organisasi terbuka. Pekerjaan utama mereka adalah berbagi filem yang ada kepada seluruh anggota organisasi, sebagai bentuk distribusi. Mereka berkomitmen untuk terus membuat filem dan menunjukkan filem eksperimental yang telah dibuat. Tujuan utamanya ialah integrasi dalam penyediaan sarana filem, distribusi, dan memberikan informasi seputar filem dan filem eksperimental. Para seniman ini melakukan oposisi terhadap mainstream media, dengan pembuatan filem eksperimental yang menyingkap ilusi-ilusi yang dibuat pada media arus utama.

Kumpulan seniman ini lalu membuat berbagai proyek seni eksperimental, melakukan eksperimen dengan mempelajari sifat-sifat proyeksi. Seperti misalnya memproyeksikan gambar bergerak melalui asap, proyeksi yang dihasilkan dari beberapa alat proyeksi, dan mencoba membuat efek filem 3D.

Berlin House, sebuah filem klasik, adalah filem pertama yang pembuatnya mempunyai akses untuk distribusi, printing, dan menyebarkannya ke kalangan luas. Filem ini berisikan sebuah kuda yang terus berlari kemudian di-rewind dengan cepat. Lalu filem yang memainkan ilusi optik, Dresden Dynamo, muncul. Filem ini murni berisikan tentang ilusi optik dari filem klasik 16mm. Berbagai bentuk geometris seperti lingkaran, persegi, lingkaran, dipadukan dengan background suara yang menurut penulis mampu menimbulkan kesan dramatis.

Pada tahun 1970-an, untuk pertama kalinya, proyek para pembuat filem tayang di TV. Filem pertama menggambarkan TV yang dibakar dengan kata interception yang diulang-ulang, lalu filem lainnya menampilkan aliran air dari keran yang masuk ke dalam air sehingga kita dapat melihat tekanan dan gelembung dalam air tersebut.

Teknologi semakin berkembang pada tahun 1980-an, yang juga berpengaruh pada pembuatan filem. Muncul istilah digital video, dalam artian mengedit video secara digital dan tak lagi menggunakan tangan. Filem yang menggunakan teknik ini adalah Blue Monday yang juga ditayangkan di TV.

Sebelumnya, hanya ada 3 kanal TV di Inggris yang homogen, tetapi pada tahun 1982 muncullah kanal ke-4, yang memberikan tempat untuk suara, opini, dan ide yang ingin di dengar. Banyak filem eksperimental nonkomersial ditayangkan pada kanal 4 itu. Ada pula lokakarya independen ditayangan di kanal itu. Liberalisme yang terus berkembang ditandai ketika Pedagogue oleh Neil Bartlett muncul. Filem ini bertemakan pandangan LGBT dari seorang guru yang mengajarkan hal itu kepada muridnya. Dengan balutan humor, bentuk protes poliitik tersirat dalam filem ini.

Pada tahun 1990-an, terjadi sebuah komersialisasi dari media. Hal ini ditandai dengan munculnya akses yang memfasilitasi media, seperti bangunan untuk galeri seni dan sinema. Sehingga, pada tahun 1999, berbagai macam jenis media, yang saat itu masih radikal, bermunculan.

LUX Moving Image dibentuk pada tahun 2002 sebagai sarana distribusi dan dukungan terhadap seniman untuk terus membuat karyanya. Bentuk distribusi dan dukungan ini meliputi pameran, screening, dukungan dalam penulisan dan karya seni, dukungan penelitian untuk kurator, dan dukungan profesional kepada seniman. Dengan koleksi lebih dari 4000 filem, LUX Moving Image membuka kemungkinan-kemungkinan yang ada dari presentasi sinema yang terus berkembang terkait dengan keadaan sosial politik dan teknologi.

Beberapa pertanyaan muncul terkait dengan filem eksperimental dalam kuliah umum itu. Penanya pertama masih belum mengerti tentang yang mana filem eksperimental jika pengertian filem eksperimental bukanlah sesuatu yang mainstream, karena media mainstream sendiri sudah sangat bervariasi dari segi penyajiannya. Oleh karena itu ia memberi saran kepada ARKIPEL untuk mengadakan suatu pengenalan terhadap filem eksperimental yang ditujukan untuk umum. Ben menjawab, filem eksperimental tidak mempunyai suatu definisi dalam lingkup yang ketat dan selalu dinamis selama teknologi terus berkembang. Filem eksperimental berbeda dengan filem biasa, yang mana senimannya mempunyai sense presentasi pemikirannya. Sedangkan penanya kedua menanyakan saran dari LUX agar pelajar yang belajar filem eksperimental bisa mendapatkan ide umum dari filem eksperimental.

“Mulailah untuk mengerti. Yang harus dilakukan pertama ialah mempromosikan filem eksperimental dan mencari tahu filem ini. Lalu buatlah sebuah platform dari filem eksperimental untuk mengetahui konteks, dan terakhir, memberikan informasi-informasi penting terkait filem eksperimental,” jawab Benjamin Cook.

Placed at the Auditorium of the Jakarta Institute of Arts, Tuesday, 25 August 2015, Benjamin Cook gave a public lecture on the history of experimental film in the UK and also about LUX Moving Image, an agency who deals in the field of artists and moving image promotion in the UK. Opened by Bunga Siagian and moderated by Mahardika Yudha, two curators from ARKIPEL, the public lecture was attended by 17 people, went well and followed by the enthusiasm of the visitors. Public Lecture was one of the series of events from ARKIPEL Grand Illusion – 3rd Jakarta International Documentary & Experimental Film Festival 2015.

Benjamin Cook is the founder and director of LUX. Previously, he served as the Head of Distribution in London Electronic Arts, Director of London Pan-Asian Film Festival, Film Archivist at Anthology Film Archives, New York. He received an MA in Film Archives of the University of East Anglia and post-graduate Diploma in Broadcast Journalism from Sheffield Hallam University.

The historical journey of UK film, which presented by Benjamin Cook, began when a Scottish woman, Margaret Tait, made the first experimental film in 1951. Margaret, who studied in Italy and worked as a doctor, produced and distributed her own works. Entitled A Portrait of Ga, the film was a portrait of the mother of Margaret located in Orkney, the land of her birth.

Then in the 1960s, housed in the basement of a bookstore in London, the artists came together and met regularly. At that time, there weren’t many films made and most of them were closely linked with politics, even though it didn’t stop them to meet and exchange ideas because they were always inspired by the New York Film 1965.

Gradually, this association formed an underground network of artists and created an open organization. Their main job is to share existing films to all members of the organization, as a form of distribution. They are committed to continue making films and showing experimental film that has been made. The ultimate goals are integration in providing the means of films, distribution, and providng information about film and experimental film. These artists do the opposition to the mainstream media, by making experimental films which reveal the illusions created in the mainstream media.

This group of artists then continued to make several of experimental art projects, conduct experiments by studying the properties of projection. Such as projecting moving images through smoke, projections resulting from multiple projection tools, and trying to make a 3D film effects.

Berlin House, a classic film, was the first film that the creators have access to distributes, printing, and disseminates it to wide circles. This film contains a horse that kept running then rewind quickly. There’s also a film that plays an optical illusion, Dynamo Dresden, emerged. This film contains the pure optical illusion of a classic 16mm film. Various geometric shapes such as circle, square, circle, combined with background noise according to the author is able to cause a dramatic impression.

In the 1970s, for the first time, the filmmakers’ projects aired on TV. The first film depicted a TV burnt with “interception” words repeated, then another film showing the flow of water from the tap that goes into the water so that we can see the pressure and bubbles in the water.

Technology was growing in the 1980s, which also has an effect on filmmaking. The term digital video came, in the sense of digital video editing and no longer by hand. A film that used this technique is Blue Monday which also aired on TV.

Previously, there were only 3 homogeneous TV channels in the UK, but in 1982 came the fourth canal, which provide a place for voice, opinions, and ideas that everyone wanted to hear. Many non-commercial experimental films aired on channel 4’s. There are also independent workshops showed in the canal. The growing liberalism marked when Pedagogue by Neil Bartlett appeared. This film gave a view about LGBT from a teacher who taught it to his students. By wrapping humor, politic protest was implied in this film.

In the 1990s, there was a commercialization of the media. It is characterized by the emergence of access that facilitates media, such as a building for an art gallery and a cinema. Thus, in 1999, various types of media, which was then still radical, sprung.

LUX Moving Image was formed in 2002 as a means of distribution and support for the artists to continue to create their work. Ways of distribution of this support includes exhibitions, screening, support for art criticism and creating artwork, research support for curators and professional support to the artists. With a collection of more than 4000 films, LUX Moving Image opened up possibilities that exist from the growing cinema presentations related to social, political and technological circumstances.

Several questions aroused related to experimental film in that public lecture. The first questioner still did not understand about which experimental film if the definition of experimental film is something that is not in the mainstream, because the mainstream media itself is highly variable in terms of presentation. Therefore he advised ARKIPEL to hold an introduction to experimental film which is intended for the public. Ben replied, experimental film does not have a strict definition of the scope and always being dynamic as the technology continues to evolve. Experimental film is different from the usual film, in which the artist has a sense of presentation in his mind. While the second questioner asked advice from LUX so that students who learn about experimental film can get a general idea of ​​experimental film.

“Begin to understand. What to do first is to promote experimental film and figure out the film is. Then create a platform of experimental film to know the context, and lastly, provide important information related to experimental film,” said Benjamin Cook.

 

Leave a Comment